Selasa, 19 Februari 2019

Tips Untuk Berternak ikan Sidat


Berternak Ikan Sidat

ikan Sidat (ordo Anguilliformes) atau yang biasa di sebut belut adalah kelompok ikan yang memiliki tubuh berbentuk menyerupai ular. Ikan ini masuk dalam Ordo Anguilliformes, yang terdiri atas 4 subordo, 19 famili, 110 genera, dan 400 spesies. Kebanyakan hidup di laut namun ada pula yang hidup di air tawar. Wikipedia

Berternak atau membudidayakan ikan sidat sebenarnya tidak berbeda jauh dengan ikan-ikan lainnya. Hanya saja, ikan sidat tidak terlalu menyukai cahaya. Jika anda membudidayakannya dikolam terbuka yang terkena matahari langsung.. sidat akan jarang muncul kepermukaan ketika siang hari. Ketika malam hari barulah sidat berani muncul ke permukaan. kita sebagai pembudidaya harus kreatif untuk menciptakan lingkungan yang baik untuk sidat. Karena lingkungan yang kita ciptakan inilah yang akan menentukan perkembangan sidat tersebut.

Hal yang harus diperhatikan sebelum budidaya sidat

Sebelum anda memulai budidaya ikan sidat. Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan agar mendapat sidat yang berkualitas, yaitu :

Suhu pada kolam
Suhu kolam ikan sidat harus sangat diperhatikan. Suhu kolam yang paling baik berkisar 28 - 30 derajat celcius.
Jika ingin ikan sidat berkualitas bagus buatlah kolam ditempat yang agak teduh. Suhu kolam berpengaruh pada tingkat kematian ikan sidat. Jika suhu kolam tidak diatur Ikan sidat akan mudah terserang penyakit & tidak nafsu makan. Tidak sehatnya kolam dapat dilihat dari satu cirinya yaitu ikan akan bergerombol di satu sisi kolam saja.
Untuk menjaga kestabilan kesehatan pada kolam anda bisa menggunakan tanaman eceng gondok & gunakan juga sekam padi sebagai alas kolam.
Eceng gondok berfungsi sebagai penetral pada saat suhu panas.
Sedangkan sekam padi berfungsi sebagai isolator saat suhu sedang dingin.

Tingkat PH pada air
Anda juga harus memperhatikan PH air untuk membudidayakan ikan sidat. Ikan sidat dapat berkembang dengan baik di air dengan tingkat PH 7 - 8.
Cara mengukur PH air yang paling mudah yaitu dengan menggunakan kertas "lakmus". Pertama - tama anda masukan kertas lakmus kedalam air kemudian diamkan beberapa saat dan anda perhatikan perubahan warnanya.


Jika kertas lakmis berubah warna menjadi merah itu menunjukkan kadar PH didalam air tersebut terlalu asam (acid). Kemudian jika kertas lakmus berubah warna menjadi hijau, itu menunjukan kadar PH pada air tersebut terlalu basa (alkali), lalu jika kertas lakmus berubah warna menjadi kuning, itu menunjukan kadar PH pada air adalah netral dan ini adalah kondisi yang baik untuk ikan sidat.

Kandungan Oksigen Kolam
Kandungan oksigen pada air dapat mempengaruhi proses penyerapan makanan oleh ikan sidat itu sendiri. Jika kandungan oksigen dalam air kurang, maka kolam tersebut akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Untuk membudidayakan ikan sidat anda membutuhkan kandungan oksigen 1 - 2,5 ppm.

Hal yang dapat mempengaruhi kandungan oksigen meliputi suhu, kemurnian air, & tekanan air. Agar anda bisa mendapatkan hasil panen yang berkualitas. Kita harus pintar membuat lingkungan yang sehat untuk penangkaran.

Kebutuhan Nutrisi
Nutrisi pada ikan sidat sangat penting untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Ikan sidat membutuhkan nutrisi  seperti lemak, karbohidrat, protein, mineral dan juga vitamin.
Ini sangat penting untuk anda perhatikan, karna 50 - 70%  biaya yang anda keluarkan untuk pakan dan nutrisi.


Jika nutrisi pada ikan sidat terpenuhi maka anda akan mendapatkan kualitas panen yang terbaik. Semakin baik kualitas sidat yang anda budidaya maka akan semakin tinggi nilai jualnya.

Nah, segitu dulu ya guys tips berternak ikan sidat yg bisa saya sampaikan... bye bye

0 komentar:

Posting Komentar